Deskripsi
Pelatihan Operator Crane Kelas III (Kapasitas <25 Ton) merupakan program pembinaan dan sertifikasi yang dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pengoperasian pesawat angkat. Program ini ditujukan bagi tenaga kerja yang bertugas mengoperasikan crane dengan kapasitas pengangkatan kurang dari 25 ton sesuai dengan kualifikasi operator yang berlaku.
Pengoperasian crane termasuk pekerjaan yang memiliki risiko tinggi karena berkaitan langsung dengan proses pengangkatan, pemindahan, dan penurunan material atau barang dengan menggunakan peralatan mekanis. Kesalahan dalam pengoperasian, pemilihan alat bantu angkat, komunikasi, maupun pemeriksaan kondisi crane dapat menimbulkan kecelakaan kerja seperti beban terjatuh, alat mengalami kerusakan, crane kehilangan kestabilan, hingga membahayakan pekerja di sekitar area operasi.
Melalui pelatihan Operator Crane Kelas III, peserta akan memahami prinsip dasar pengoperasian crane, fungsi komponen utama, sistem penggerak dan hidrolik, kapasitas pengangkatan, penggunaan tali kawat baja dan alat bantu angkat, serta prosedur pengoperasian yang aman. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai identifikasi potensi bahaya dan penerapan prosedur K3 sebelum, selama, dan setelah pengoperasian crane.
Kualifikasi Operator Crane Kelas III dapat digunakan untuk pengoperasian peralatan angkat sesuai jenisnya dengan kapasitas kurang dari 25 ton. Untuk jenis tower crane, kualifikasi Kelas III berlaku pada tower crane dengan tinggi menara sampai dengan 40 meter. Dengan mengikuti pembinaan dan pengujian sesuai ketentuan, peserta diharapkan mampu menjalankan tugas pengoperasian crane secara aman, disiplin, dan bertanggung jawab.
Pelatihan ini juga memberikan pengalaman praktik agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkannya dalam kondisi operasional. Materi teori, simulasi, praktik lapangan, serta evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan peserta memahami prosedur kerja yang benar dan mampu mengenali kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Jadwal Pelatihan
| No | Jadwal Operator Crane Kelas III (kapasitas <25 ton) 2026 |
|---|---|
| 1 | 19 – 21 Januari |
| 2 | 04 – 06 Februari |
| 3 | 04 – 06 Maret |
| 4 | 06 – 08 April |
| 5 | 05 – 07 Mei |
| 6 | 04 – 06 Juni |
| 7 | 06 – 08 Juli |
| 8 | 03 – 05 Agustus |
| 9 | 07 – 10 September |
| 10 | 05 – 07 Oktober |
| 11 | 03 – 05 November |
| 12 | 02 – 04 Desember |
Materi
Materi Pelatihan Operator Crane Kelas III (Kapasitas <25 Ton) mencakup pengetahuan dasar crane, pengoperasian, pemeriksaan, perawatan, serta penerapan K3. Materi yang diberikan antara lain:
- Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
- Kebijakan dan prinsip dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
- Peraturan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut.
- Pengenalan jenis dan fungsi pesawat angkat.
- Pengetahuan dasar crane dan hoist crane.
- Komponen utama dan fungsi masing-masing bagian crane.
- Sistem penggerak atau prime mover.
- Dasar-dasar sistem hidrolik pada crane.
- Sistem keselamatan dan perangkat pengaman crane.
- Kapasitas angkat dan batas kemampuan crane.
- Pemahaman dasar beban kerja dan kapasitas pengangkatan.
- Tabel kapasitas dan informasi pengoperasian crane.
- Pengenalan tali kawat baja atau wire rope.
- Jenis dan penggunaan alat bantu angkat.
- Pemeriksaan kondisi wire rope dan alat bantu angkat.
- Dasar-dasar rigging dan pengikatan beban.
- Komunikasi antara operator dan juru ikat atau rigger.
- Penggunaan aba-aba atau signal dalam pengoperasian crane.
- Identifikasi potensi bahaya dalam kegiatan pengangkatan.
- Penyebab kecelakaan pada pengoperasian mobile crane dan hoist crane.
- Pencegahan kecelakaan kerja pada aktivitas pengangkatan.
- Prosedur pemeriksaan crane sebelum pengoperasian.
- Prosedur pengoperasian crane yang aman.
- Teknik mengangkat, memindahkan, dan menurunkan beban.
- Pengendalian area kerja selama proses lifting.
- Prosedur penghentian pengoperasian crane.
- Perawatan dan pemeliharaan dasar crane.
- Pemeriksaan harian sebelum dan setelah penggunaan alat.
- Tindakan yang harus dilakukan ketika ditemukan kondisi tidak aman.
- Praktik pengoperasian crane di lapangan.
- Evaluasi teori dan praktik.
Dengan materi tersebut, peserta diharapkan mampu memahami hubungan antara kondisi alat, karakteristik beban, lingkungan kerja, komunikasi, dan prosedur keselamatan sehingga kegiatan pengangkatan dapat dilakukan secara terkendali.
Fasilitas
Peserta pelatihan Operator Crane Kelas III mendapatkan fasilitas pendukung untuk menunjang proses pembelajaran teori maupun praktik, antara lain:
- Modul atau materi pelatihan.
- Materi pembelajaran pendukung.
- Training kit.
- Sertifikat pelatihan dan sertifikasi sesuai ketentuan program.
- Surat Izin Operator (SIO) bagi peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan lulus proses sertifikasi.
- Buku kerja atau logbook sesuai ketentuan.
- Fasilitas praktik pengoperasian crane.
- Peralatan pendukung praktik.
- Alat Pelindung Diri (APD) untuk kegiatan praktik sesuai kebutuhan.
- Instruktur dan penguji yang kompeten di bidang K3 dan pesawat angkat dan angkut.
- Sesi tanya jawab dan pembahasan kasus.
- Evaluasi teori dan praktik.
- Konsumsi selama pelaksanaan pelatihan sesuai ketentuan penyelenggaraan.
Persyaratan Peserta
Peserta yang ingin mengikuti Pelatihan Operator Crane Kelas III (Kapasitas <25 Ton) perlu memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan yang berlaku. Persyaratan peserta meliputi:
- Merupakan calon operator crane atau tenaga kerja yang berkaitan dengan kegiatan pengoperasian pesawat angkat.
- Memiliki pengalaman atau pengetahuan dasar mengenai pengoperasian crane sesuai dengan ketentuan program.
- Dalam kondisi sehat dan mampu mengikuti kegiatan pelatihan teori maupun praktik.
- Membawa identitas diri yang masih berlaku.
- Menyiapkan pas foto sesuai ketentuan administrasi pendaftaran.
- Menyiapkan dokumen pendukung lain yang diperlukan untuk proses pembinaan dan sertifikasi.
- Mengikuti seluruh rangkaian pelatihan sesuai jadwal yang ditetapkan.
- Mengikuti evaluasi atau ujian teori dan praktik.
- Memenuhi ketentuan kelulusan yang ditetapkan dalam proses sertifikasi.
Sertifikasi
Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dan dinyatakan memenuhi persyaratan serta lulus evaluasi akan mendapatkan sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk Operator Crane Kelas III.
Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa peserta telah mengikuti proses pembinaan dan pengujian kompetensi untuk menjalankan tugas sebagai operator pesawat angkat sesuai ruang lingkup kualifikasinya. Untuk Kelas III, ruang lingkup pengoperasian mencakup peralatan angkat sesuai jenisnya dengan kapasitas kurang dari 25 ton, serta tower crane dengan tinggi menara sampai dengan 40 meter.
Durasi Pelatihan
Pelatihan Operator Crane Kelas III (Kapasitas <25 Ton) dilaksanakan selama 3 hari, yang mencakup pembelajaran teori, pembahasan K3, simulasi, praktik pengoperasian, serta evaluasi teori dan praktik.





