Deskripsi
Pelatihan Operator Crane Kelas II (Kapasitas 25 Ton – <50 Ton) merupakan program pembinaan dan sertifikasi yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi tenaga kerja dalam mengoperasikan pesawat angkat dengan kapasitas di atas 25 ton hingga kurang dari 50 ton. Pelatihan ini menekankan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar kegiatan pengangkatan dan pemindahan beban dapat dilakukan secara aman, terencana, dan sesuai dengan prosedur kerja.
Pengoperasian crane dengan kapasitas yang lebih besar membutuhkan kemampuan operator dalam memahami karakteristik alat, kapasitas angkat, kondisi beban, lingkungan kerja, serta berbagai perangkat keselamatan. Kesalahan dalam menentukan kapasitas, pengoperasian alat, komunikasi dengan rigger, maupun pemeriksaan kondisi crane dapat meningkatkan risiko kecelakaan seperti beban terjatuh, crane kehilangan kestabilan, kerusakan peralatan, dan cedera terhadap pekerja di sekitar area pengangkatan.
Melalui pelatihan Operator Crane Kelas II, peserta akan mempelajari prinsip dasar dan teknis pengoperasian crane, komponen utama dan fungsinya, sistem penggerak, sistem hidrolik, kapasitas dan batas kemampuan alat, wire rope, alat bantu angkat, hingga prosedur pemeriksaan dan pemeliharaan. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai identifikasi bahaya dan pengendalian risiko pada pekerjaan pengangkatan.
Kualifikasi Operator Crane Kelas II digunakan untuk mengoperasikan jenis crane yang sesuai dengan kapasitas lebih dari 25 ton sampai dengan 100 ton. Untuk tower crane, kualifikasi Kelas II berlaku untuk tower crane dengan tinggi menara sampai dengan 60 meter sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, operator perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai kapasitas alat dan batas kewenangan pengoperasian sebelum menjalankan pekerjaan.
Selain pembelajaran teori, pelatihan juga mencakup praktik dan evaluasi untuk membantu peserta memahami penerapan prosedur pengoperasian crane secara langsung. Dengan mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dan pengujian, peserta diharapkan mampu menjalankan tugas operator secara profesional dengan mengutamakan keselamatan, ketepatan pengoperasian, dan kepatuhan terhadap prosedur K3.
Jadwal Pelatihan
| No | Jadwal Operator Crane Kelas II (kapasitas 25 ton - <50 ton) 2026 |
|---|---|
| 1 | 21 – 24 Januari |
| 2 | 03 – 06 Februari |
| 3 | 02 – 05 Maret |
| 4 | 06 – 09 April |
| 5 | 05 – 08 Mei |
| 6 | 02 – 05 Juni |
| 7 | 07 – 10 Juli |
| 8 | 04 – 07 Agustus |
| 9 | 07 – 10 September |
| 10 | 06 – 09 Oktober |
| 11 | 03 – 06 November |
| 12 | 01 – 04 Desember |
Materi
Materi Pelatihan Operator Crane Kelas II (Kapasitas 25 Ton – <50 Ton) mencakup aspek K3, pengoperasian crane, pemeriksaan alat, pengangkatan beban, hingga praktik lapangan. Materi yang diberikan antara lain:
- Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
- Peraturan dan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
- Peraturan mengenai K3 Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut.
- Kualifikasi dan kewenangan operator crane.
- Pengenalan jenis dan fungsi pesawat angkat.
- Pengenalan berbagai jenis crane.
- Komponen utama crane dan fungsi masing-masing komponen.
- Prinsip dasar pengoperasian crane.
- Sistem penggerak atau prime mover.
- Dasar-dasar sistem hidrolik.
- Sistem kelistrikan dan sistem kontrol crane.
- Perangkat keselamatan dan pengaman pada crane.
- Kapasitas angkat dan batas kemampuan crane.
- Pemahaman load chart atau tabel kapasitas pengangkatan.
- Faktor yang memengaruhi kapasitas dan kestabilan crane.
- Penentuan kapasitas pengangkatan sesuai kondisi kerja.
- Pengenalan wire rope dan komponennya.
- Pemeriksaan kondisi wire rope.
- Pengenalan sling dan alat bantu angkat.
- Pemeriksaan alat bantu angkat sebelum digunakan.
- Dasar-dasar rigging dan pengikatan beban.
- Komunikasi antara operator dengan rigger.
- Sistem aba-aba dan signal dalam kegiatan lifting.
- Identifikasi potensi bahaya dalam pekerjaan pengangkatan.
- Pengendalian risiko kecelakaan kerja.
- Penyebab kecelakaan dalam pengoperasian crane.
- Prosedur pemeriksaan crane sebelum pengoperasian.
- Pemeriksaan area kerja sebelum kegiatan lifting.
- Prosedur pengoperasian crane yang aman.
- Teknik pengangkatan, pemindahan, dan penurunan beban.
- Pengoperasian crane berdasarkan kapasitas dan kondisi kerja.
- Pengendalian beban selama proses pengangkatan.
- Prosedur penghentian pengoperasian crane.
- Tindakan dalam menghadapi kondisi tidak aman atau keadaan darurat.
- Perawatan dan pemeliharaan dasar crane.
- Pemeriksaan harian dan pemeriksaan berkala sesuai ketentuan.
- Pencatatan kegiatan pengoperasian dalam buku kerja atau logbook.
- Praktik pengoperasian crane.
- Evaluasi teori dan praktik.
Materi tersebut diberikan untuk membantu peserta memahami hubungan antara kondisi alat, berat dan karakteristik beban, alat bantu angkat, kondisi lingkungan, komunikasi kerja, serta prosedur keselamatan dalam kegiatan pengangkatan.
Fasilitas
Peserta pelatihan Operator Crane Kelas II mendapatkan fasilitas pendukung untuk menunjang proses pembelajaran teori dan praktik, antara lain:
- Modul pelatihan.
- Softcopy materi pembelajaran.
- Training kit.
- Sertifikat pelatihan.
- Sertifikasi dan lisensi sesuai ketentuan yang berlaku bagi peserta yang memenuhi persyaratan dan dinyatakan lulus.
- Surat Izin Operator (SIO) sesuai kualifikasi.
- Buku kerja atau logbook.
- Fasilitas praktik pengoperasian crane.
- Peralatan pendukung kegiatan praktik.
- Alat Pelindung Diri (APD) sesuai kebutuhan praktik.
- Instruktur dan penguji yang kompeten.
- Pembahasan studi kasus terkait pengoperasian crane.
- Sesi diskusi dan tanya jawab.
- Evaluasi teori dan praktik.
- Konsumsi selama pelaksanaan pelatihan sesuai ketentuan penyelenggaraan.
Persyaratan Peserta
Peserta yang ingin mengikuti Pelatihan Operator Crane Kelas II (Kapasitas 25 Ton – <50 Ton) perlu memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan yang berlaku. Persyaratan peserta meliputi:
- Calon operator crane atau tenaga kerja yang berkaitan dengan kegiatan pengoperasian pesawat angkat.
- Memiliki pengalaman atau pengetahuan dasar mengenai pengoperasian crane sesuai dengan ketentuan program.
- Memiliki kondisi kesehatan yang memungkinkan untuk mengikuti pembelajaran teori dan praktik.
- Membawa identitas diri yang masih berlaku.
- Menyiapkan pas foto sesuai ketentuan administrasi.
- Menyiapkan dokumen pendukung yang diperlukan untuk proses pembinaan dan sertifikasi.
- Mengikuti seluruh rangkaian pelatihan sesuai jadwal yang ditetapkan.
- Mengikuti evaluasi atau ujian teori dan praktik.
- Memenuhi ketentuan kelulusan dalam proses sertifikasi.
- Mematuhi seluruh prosedur keselamatan selama mengikuti kegiatan praktik.
Sertifikasi
Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dan dinyatakan lulus evaluasi akan mendapatkan sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk Operator Crane Kelas II.
Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa peserta telah mengikuti pembinaan dan pengujian untuk menjalankan tugas sebagai operator pesawat angkat sesuai ruang lingkup kualifikasinya. Operator Kelas II memiliki kewenangan pengoperasian sesuai jenis crane dan kapasitas yang ditetapkan dalam peraturan, termasuk crane dengan kapasitas lebih dari 25 ton sampai dengan 100 ton serta tower crane dengan tinggi menara sampai dengan 60 meter.
Durasi Pelatihan
Pelatihan Operator Crane Kelas II (Kapasitas 25 Ton – <50 Ton) dilaksanakan selama 4 hari, yang mencakup pembelajaran teori, materi K3, simulasi, praktik pengoperasian crane, serta evaluasi teori dan praktik.





