Deskripsi
Pelatihan Juru Ikat (Rigger) merupakan program pembinaan dan sertifikasi yang dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pekerjaan pengikatan dan pemindahan beban secara aman menggunakan alat bantu angkat. Program ini ditujukan bagi tenaga kerja yang bertugas menyiapkan, mengikat, mengarahkan, dan memastikan beban siap untuk diangkat menggunakan pesawat angkat dan angkut.
Juru ikat memiliki peran penting dalam kegiatan pengangkatan karena kesalahan dalam memilih alat bantu angkat, menentukan metode pengikatan, menghitung berat beban, atau memberikan aba-aba dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, seorang rigger perlu memahami karakteristik beban, kapasitas alat bantu angkat, kondisi tali kawat baja atau sling, metode pengikatan, serta komunikasi dengan operator pesawat angkat.
Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), peraturan perundang-undangan terkait pesawat angkat dan angkut, pengetahuan mengenai tali kawat baja, alat bantu angkat, teknik pengikatan, perhitungan berat dan keseimbangan beban, serta tanda isyarat atau aba-aba pengoperasian keran angkat. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai potensi penyebab kecelakaan dan langkah-langkah pencegahannya.
Pembelajaran dilengkapi dengan praktik pengikatan dan penggunaan alat bantu angkat sehingga peserta dapat menerapkan prosedur kerja yang aman secara langsung. Peserta juga mengikuti evaluasi teori dan praktik sebagai bagian dari proses pembinaan dan sertifikasi.
Pelatihan Juru Ikat (Rigger) dilaksanakan selama 3 hari dengan kombinasi pembelajaran teori dan praktik. Program ini mendukung pemenuhan kompetensi tenaga kerja yang bertugas dalam kegiatan pengangkatan dan pemindahan beban sesuai ketentuan K3 Pesawat Angkat dan Angkut.
Jadwal Pelatihan
| No | Jadwal Juru Ikat (Rigger) 2025 |
|---|---|
| 1 | 19 – 21 Januari |
| 2 | 03 – 05 Februari |
| 3 | 04 – 06 Maret |
| 4 | 06 – 08 April |
| 5 | 04 – 06 Mei |
| 6 | 02 – 05 Juni |
| 7 | 02 – 04 Juli |
| 8 | 03 – 05 Agustus |
| 9 | 01 – 03 September |
| 10 | 05 – 07 Oktober |
| 11 | 03 – 05 November |
| 12 | 02 – 04 Desember |
Materi
Materi Pelatihan Juru Ikat (Rigger) mencakup pembahasan mengenai dasar-dasar K3, peraturan pesawat angkat dan angkut, karakteristik tali kawat baja, alat bantu angkat, teknik pengikatan, perhitungan beban, komunikasi dengan operator, serta pencegahan kecelakaan kerja.
Materi yang diberikan antara lain:
- Kebijakan dan dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
- Peraturan perundang-undangan K3 Pesawat Angkat dan Angkut
- Ketentuan keselamatan kerja dalam kegiatan pengangkatan dan pemindahan beban
- Pengenalan pesawat angkat dan angkut
- Pengetahuan tali kawat baja (wire rope)
- Pengetahuan sling dan alat bantu angkat
- Jenis dan fungsi alat bantu angkat
- Pemeriksaan kondisi alat bantu angkat sebelum digunakan
- Kapasitas dan batas beban kerja aman (Safe Working Load/SWL)
- Teknik memilih alat bantu angkat sesuai karakteristik dan berat beban
- Pengetahuan cara pengikatan beban
- Metode dan teknik pengikatan yang aman
- Pembuatan dan penggunaan alat bantu angkat
- Menghitung berat beban
- Menghitung keseimbangan beban
- Menentukan titik angkat dan titik berat beban
- Pengetahuan sudut pengikatan dan pengaruhnya terhadap kapasitas sling
- Tanda isyarat atau aba-aba pengoperasian keran angkat
- Komunikasi antara juru ikat dan operator
- Prosedur pengangkatan dan pemindahan beban
- Pemeriksaan area kerja sebelum kegiatan pengangkatan
- Sebab-sebab kecelakaan pada pekerjaan pengangkatan
- Upaya pencegahan kecelakaan kerja
- Prosedur kerja aman dalam kegiatan rigging
- Perawatan dan penyimpanan alat bantu angkat
- Evaluasi teori
- Praktik pengikatan dan penggunaan alat bantu angkat
- Evaluasi praktik
Materi pelatihan dirancang agar peserta mampu memilih alat bantu angkat yang sesuai, melakukan pemeriksaan sebelum digunakan, menentukan metode pengikatan, memperhitungkan berat dan keseimbangan beban, serta berkomunikasi menggunakan aba-aba yang tepat selama proses pengangkatan.
Fasilitas
Peserta Pelatihan Juru Ikat (Rigger) mendapatkan fasilitas pendukung untuk menunjang proses pembelajaran teori maupun praktik. Fasilitas yang tersedia dapat meliputi:
- Modul pelatihan Juru Ikat (Rigger)
- Softcopy materi pembelajaran
- Training kit
- Sertifikat pelatihan/sertifikasi sesuai ketentuan program
- Sertifikat dan Lisensi K3 Kemnaker RI sesuai ketentuan sertifikasi
- Buku kerja sesuai ketentuan program
- Peralatan praktik rigging
- Tali kawat baja (wire rope)
- Sling dan alat bantu angkat
- Perlengkapan keselamatan kerja
- Alat Pelindung Diri (APD)
- Instruktur dan penguji yang kompeten serta berpengalaman
- Praktik pengikatan dan pemeriksaan alat bantu angkat
- Praktik pemberian aba-aba pengoperasian keran angkat
- Evaluasi teori dan praktik
- Konsumsi selama pelaksanaan pelatihan sesuai paket yang diikuti
Peralatan praktik digunakan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengenali kondisi alat bantu angkat, menentukan metode pengikatan, melakukan pengikatan beban, serta menerapkan komunikasi dan aba-aba selama kegiatan pengangkatan.
Fasilitas aktual dapat disesuaikan dengan paket, lokasi, metode pelaksanaan, dan ketentuan sertifikasi yang diikuti peserta.
Persyaratan Peserta
Peserta yang ingin mengikuti Pelatihan Juru Ikat (Rigger) perlu memenuhi persyaratan pendidikan, pengalaman kerja, kesehatan, usia, dan administrasi sesuai ketentuan program. Persyaratan peserta meliputi:
- Pendidikan minimal SLTP atau sederajat.
- Memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun di bidang yang berkaitan.
- Berusia minimal 19 tahun.
- Sehat jasmani dan rohani.
- Mampu mengikuti pembelajaran teori dan praktik.
- Menyiapkan fotokopi atau softcopy ijazah pendidikan terakhir.
- Menyiapkan fotokopi atau softcopy KTP/identitas diri.
- Menyiapkan pasfoto terbaru sesuai ketentuan.
- Menyiapkan surat keterangan sehat dari dokter.
- Menyiapkan surat keterangan pengalaman atau surat keterangan kerja dari perusahaan.
- Mengisi formulir pendaftaran dan biodata peserta.
- Menyiapkan dokumen administrasi lain yang diperlukan untuk proses sertifikasi.
- Mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran, praktik, dan evaluasi.
- Memenuhi ketentuan penerbitan Lisensi K3 dan buku kerja yang berlaku.
Persyaratan tersebut berkaitan dengan kualifikasi juru ikat dalam ketentuan K3 Pesawat Angkat dan Angkut. Juru ikat wajib memiliki kompetensi dan lisensi sesuai ketentuan yang berlaku sebelum menjalankan tugasnya sebagai petugas pesawat angkat dan angkut.
Peserta juga perlu memiliki kesiapan untuk mengikuti praktik lapangan. Kegiatan praktik dapat meliputi pemeriksaan alat bantu angkat, pemilihan sling, teknik pengikatan, perhitungan dan penentuan keseimbangan beban, serta pemberian aba-aba kepada operator.
Sertifikasi
Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dan memenuhi ketentuan evaluasi dapat memperoleh sertifikat dan Lisensi K3 Juru Ikat (Rigger) sesuai ketentuan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Lisensi K3 dan buku kerja menjadi bagian dari ketentuan kompetensi dan kewenangan petugas juru ikat dalam menjalankan pekerjaan pada pesawat angkat dan angkut. Juru ikat memiliki tanggung jawab dalam memilih alat bantu angkat sesuai kapasitas beban kerja aman, melakukan pemeriksaan kondisi pengikatan dan alat bantu, melakukan perawatan alat bantu, mengikuti prosedur pengamanan, serta melaksanakan pencatatan pekerjaan sesuai ketentuan.
Dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi Juru Ikat (Rigger), peserta mendapatkan pembekalan untuk melaksanakan kegiatan rigging secara lebih terstruktur, mulai dari persiapan alat bantu, proses pengikatan, komunikasi dengan operator, hingga pengawasan keselamatan selama kegiatan pengangkatan.
Durasi Pelatihan
Pelatihan Juru Ikat (Rigger) dilaksanakan selama 3 hari dengan kombinasi pembelajaran teori dan praktik.
Pelaksanaan pelatihan mencakup materi dasar K3 dan peraturan pesawat angkat dan angkut, pengetahuan tali kawat baja, alat bantu angkat, teknik pengikatan, perhitungan berat dan keseimbangan beban, tanda isyarat pengoperasian keran angkat, serta pencegahan kecelakaan kerja.
Kegiatan praktik memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan teknik pengikatan, melakukan pemeriksaan alat bantu angkat, menentukan metode pengikatan yang sesuai, dan mempraktikkan komunikasi serta aba-aba dengan operator. Evaluasi teori dan praktik dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran dan sertifikasi.





