Deskripsi:
Pelatihan K3 Teknisi Perancah / Scaffolding merupakan program pembinaan dan sertifikasi yang dirancang untuk membekali tenaga kerja dengan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan pemasangan, perawatan, pemeliharaan, perbaikan, serta pembongkaran perancah dengan memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Perancah atau scaffolding digunakan sebagai sarana kerja sementara pada berbagai pekerjaan konstruksi dan pekerjaan di ketinggian. Penggunaan perancah yang tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti jatuh dari ketinggian, perancah tidak stabil, keruntuhan konstruksi, kejatuhan material, maupun kecelakaan akibat kondisi komponen yang tidak layak.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar K3 konstruksi, pengetahuan perancah, jenis dan komponen scaffolding, standar serta pedoman teknis, pemeriksaan kondisi perancah, dasar penilaian beban, potensi bahaya, prosedur pemasangan dan pembongkaran, serta penggunaan perancah secara aman. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai prosedur kerja aman pada pekerjaan di ketinggian dan pencegahan kecelakaan kerja.
Jadwal Pelatihan
| No | Jadwal K3 Teknisi Perancah / Scaffolding 2026 |
|---|---|
| 1 | 26 – 30 Januari |
| 2 | 02 – 05 Februari |
| 3 | 09 – 13 Maret |
| 4 | 20 – 24 April |
| 5 | 19 – 23 Mei |
| 6 | 16 – 20 Juni |
| 7 | 28 Juli – 01 Agustus |
| 8 | 18 – 23 Agustus |
| 9 | 08 – 12 September |
| 10 | 22 – 27 Oktober |
| 11 | 18 – 22 November |
| 12 | 09 – 13 Desember |
Program K3 Teknisi Perancah / Scaffolding memiliki durasi 5 hari dengan pelaksanaan di wilayah Jabodetabek. Jadwal pelatihan mengikuti periode yang tersedia pada kalender pelatihan Cigma.
Materi
Materi pelatihan K3 Teknisi Perancah / Scaffolding meliputi:
- Peraturan dan Dasar-Dasar K3 Konstruksi
- Kebijakan dan prinsip dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
- Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
- Ketentuan K3 pada pekerjaan konstruksi bangunan.
- Penerapan K3 dalam pekerjaan perancah.
- Tanggung jawab tenaga kerja dalam menjaga keselamatan pekerjaan.
- Pengetahuan Dasar Perancah
- Pengertian dan fungsi perancah.
- Tujuan penggunaan scaffolding.
- Bagian dan komponen perancah.
- Fungsi masing-masing komponen.
- Prinsip dasar kestabilan perancah.
- Kondisi perancah yang aman untuk digunakan.
- Jenis-Jenis Perancah
- Pengenalan berbagai jenis perancah.
- Karakteristik dan penggunaan masing-masing jenis perancah.
- Komponen pendukung perancah.
- Pemilihan perancah berdasarkan kebutuhan pekerjaan.
- Standar dan Pedoman Teknis Perancah
- Persyaratan teknis perancah.
- Pedoman keselamatan dalam pemasangan dan penggunaan scaffolding.
- Pemeriksaan komponen sebelum digunakan.
- Persyaratan kondisi area kerja.
- Penerapan prosedur kerja sesuai ketentuan K3.
- Pemasangan Perancah
- Persiapan area dan peralatan kerja.
- Pemeriksaan komponen sebelum pemasangan.
- Urutan pemasangan perancah.
- Penempatan dan pengamanan komponen.
- Stabilitas dan kekuatan konstruksi.
- Pengendalian risiko selama proses pemasangan.
- Penggunaan Perancah Secara Aman
- Pemeriksaan kondisi perancah sebelum digunakan.
- Kapasitas dan pembebanan perancah.
- Penggunaan akses naik dan turun.
- Pengamanan area kerja.
- Pencegahan benda jatuh.
- Larangan dan tindakan tidak aman dalam penggunaan perancah.
- Perawatan dan Pemeliharaan Perancah
- Pemeriksaan kondisi komponen.
- Identifikasi kerusakan.
- Perawatan dan pemeliharaan komponen.
- Penanganan komponen yang rusak atau tidak layak.
- Penggantian komponen yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan.
- Pemeriksaan dan Pengawasan Kondisi Perancah
- Pemeriksaan kelayakan perancah.
- Pemeriksaan kestabilan konstruksi.
- Pemeriksaan komponen dan sambungan.
- Identifikasi kondisi tidak aman.
- Tindakan pengendalian terhadap temuan pemeriksaan.
- Dasar Penilaian Beban Perancah
- Pengertian beban pada perancah.
- Beban pekerja dan material.
- Distribusi beban.
- Pengaruh beban terhadap kestabilan perancah.
- Pencegahan pembebanan berlebih.
- Potensi Bahaya dan Pencegahan Kecelakaan
- Bahaya jatuh dari ketinggian.
- Bahaya keruntuhan perancah.
- Bahaya kejatuhan material.
- Bahaya akibat komponen rusak.
- Bahaya kelistrikan di sekitar perancah.
- Identifikasi kondisi dan tindakan tidak aman.
- Upaya pencegahan kecelakaan kerja.
- Pekerjaan di Ketinggian
- Potensi bahaya pekerjaan di ketinggian.
- Prosedur kerja aman.
- Penggunaan alat pelindung diri.
- Sistem proteksi terhadap jatuh.
- Pengamanan area di sekitar pekerjaan perancah.
- Pembongkaran Perancah
- Persiapan sebelum pembongkaran.
- Urutan pembongkaran.
- Pengamanan area kerja.
- Penanganan komponen hasil pembongkaran.
- Pencegahan jatuhnya komponen atau material.
- Prosedur pembongkaran secara aman.
- Praktik
- Pengenalan komponen perancah.
- Persiapan peralatan dan area kerja.
- Praktik pemasangan perancah.
- Pemeriksaan hasil pemasangan.
- Praktik penggunaan perancah secara aman.
- Praktik pembongkaran perancah.
- Penerapan prosedur K3 selama pekerjaan.
- Evaluasi
- Ujian teori.
- Evaluasi pemahaman K3 perancah.
- Evaluasi keterampilan praktik.
- Evaluasi penerapan prosedur kerja aman.
Materi tersebut mencakup pengetahuan dasar perancah, jenis perancah, standar teknis, pemeriksaan, penggunaan aman, penilaian beban, pemasangan dan pembongkaran, potensi bahaya, pencegahan kecelakaan, prosedur kerja aman, praktik, serta ujian sebagaimana tercantum dalam materi program Cigma.
Fasilitas
Peserta mendapatkan fasilitas yang mendukung pelaksanaan pembelajaran teori, praktik, dan proses sertifikasi, meliputi:
- Modul atau materi pelatihan.
- Training kit.
- Materi pembelajaran K3 Perancah.
- Fasilitas pembelajaran teori.
- Fasilitas praktik perancah.
- Peralatan dan komponen scaffolding untuk kebutuhan praktik.
- Area praktik untuk penerapan prosedur pemasangan dan pembongkaran.
- Pembekalan mengenai prosedur kerja aman.
- Evaluasi teori dan praktik.
- Sertifikat sesuai ketentuan program.
- Dokumen atau lisensi sertifikasi K3 sesuai ketentuan sertifikasi yang berlaku.
Fasilitas dan pelaksanaan praktik dapat menyesuaikan lokasi serta paket pelatihan yang diikuti peserta.
Persyaratan Peserta
Peserta yang mengikuti pelatihan K3 Teknisi Perancah / Scaffolding perlu memenuhi persyaratan administrasi dan kesiapan mengikuti kegiatan teori maupun praktik, antara lain:
- Memiliki pendidikan dan pengalaman kerja sesuai ketentuan program sertifikasi.
- Sehat jasmani untuk mengikuti kegiatan pelatihan dan praktik perancah.
- Memiliki pengalaman atau keterlibatan dalam pekerjaan konstruksi/perancah menjadi nilai pendukung.
- Fotokopi ijazah terakhir.
- Fotokopi KTP atau identitas diri.
- Curriculum Vitae (CV) apabila diperlukan.
- Surat keterangan kerja atau dokumen pengalaman kerja apabila dipersyaratkan.
- Pas foto sesuai ketentuan administrasi.
- Surat keterangan sehat apabila dipersyaratkan.
- Mengisi formulir pendaftaran dan dokumen administrasi yang diperlukan.
- Bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan selama 5 hari.
- Mengikuti pembelajaran teori, praktik, dan evaluasi sesuai ketentuan program.
- Mematuhi seluruh prosedur keselamatan dan penggunaan alat pelindung diri selama praktik.
Peserta teknisi perancah pada dasarnya dituntut memiliki kompetensi untuk melakukan pemasangan, perawatan, pemeliharaan, dan pembongkaran perancah secara aman, termasuk memastikan perancah dan bagian-bagiannya aman dalam pengoperasiannya.





